Juni 2017

Rabu, 14 Juni 2017

PENGERTIAN ASET, LIABILITAS, EKUITAS, PENGHASILAN, dan BEBAN


PENGANTAR AKUNTANSI


Nama : Cornelius Napitu
NIM : 41816210027
DOSEN PEMBIMBING
Sakius Tarigan, SE, MMSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA BEKASI
FASILKOM
TAHUN AJARAN 2016 - 2017

Aset (Aktiva)

Pengertian Aktiva
Aktiva atau yang biasa juga disebut Aset merupakan kekayaan (sumber daya) yang dimiliki oleh entitas bisnis yang bisa diukur secara jelas menggunakan satuan uang serta sistem pengurutannya berdasar pada seberapa cepat perubahannya dikonversi menjadi satuan uang kas. Misal gedung dan uang tunai, diurutkan uang tunai (kas) dulu baru kemudian gedung. berdasarkan yang paling lancar dan gedung tentunya bisa di ukur berdasarkan satu satuan uang tunai. misal katakanlah Rp 40 juta atau Rp 100 juta dinyatakan dalam satuan “Rp” bukan 40 kg atau 100 kg ataupun km.
Aset bermanfaat secara langsung ataupun tak langsung, Sifatnya produktif dan masuk dalam bagian operasi perusahaan dan juga memiliki kemampuan dalam mengurangi pengeluaran kas. Aktiva memiliki potensi manfaat di masa yang akan datang, potensi manfaat tersebut bisa dalam bentuk hal hal yang produktif yang bisa menghasilkan kas atau setara kas.
Manfaat yang lain dari aktiva adalah aset sebagai penghasil barang dan jasa, dapat ditukar dengan aktiva lain, melunasi kewajiban (hutang). Ada beberapa cara untuk memperoleh Aset :
Ø  Aktiva bisa diperolah dengan cara diproduksi atau dibangun sendiri, 
Ø  Bisa didapat dengan dibeli
Ø  Pertukaran aset maupun sumbangan dari pihak lain.

Jika ditelaah, kepemilikan aset tidak hanya mengenai aset aset yang ber-hak milik saja, Tetapi bisa juga hak hak yang lain misalnya hak sewa, hak guna bangunan, hak tagih, hak pakai maupun yang lainnya. Perbedaan hak kepemilikan tersebut nantinya akan mempengaruhi jenis item dan penggolongan aktiva didalam laporan keuangan.
Contoh aktiva misalnya uang tunai (kas), tanah, bangunan, peralatan, perlengkapan, sewa dibayar dimuka, hak paten dan lainnya.
Secara umum persamaan dasar akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut :
HARTA = UTANG + MODAL
atau
ASSETS = LIABILITIES + OWNER’S EQUITY

Jenis Jenis Aktiva
Aktiva dalam akuntansi umumnya dikelompokkan ke dalam tiga bagian, Aset Lancar, Aset Tetap dan Aset Tak Berwujud. penjelasan singkatnya bisa dilihat berikut ini, penjabaran lebih lanjut akan diposting di lain tempat, silahkan klik link yang ada.
1.    Aktiva Lancar | Current Assets
Aktiva ini biasanya digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif singkat, tidak lebih dari satu tahun buku dan bisa dikonversikan ke bentuk uang kas. Contoh aktiva lancar seperti uang tunai (kas/cash), temporary invesment (investasi jangka pendek), accounts receivable (piutang dagang), notes receivable (wesel tagih), inventories (persediaan), accrued receivable (pendapatan yg msih akan diterima), prepaid expense (beban dibayar dimuka).

2.    Aktiva Tetap | Fixed Assets
Aktiva tetap merupakan sumberdaya/kekayaan harga yang dimiliki suatu entitas bisnis yang sifatnya permanen dan bisa diukur dengan jelas. digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif lama, lebih dari satu tahun buku. tujuan aktiva tetap diperoleh perusahaan untuk digunakan sendiri dan tidak dijual kecuali ada hal hal atau kondisi khusus yang mengharuskan perusahaan menjual aktiva tetapnya. contoh aktiva tetap misalnya bangunan, tanah, peralatan kantor, mesin, kendaraan dan yang lainnya.

3.    Aktiva Tak Berwujud | Iintangible Assets
Sesuai namanya, Wujud aktiva ini tak tampak, tidak bisa disimpan, dipegang bentuknya namun bisa dirasakan manfaatnya. Aset Tak Berwujud ini bisa merupakan hak hak perusahaan yang kepemilikannya diatur dan dilindungi oleh peraturan perundang undangan. misalnya hak paten, hak guna bangunan, hak sewa atau hak kontrak, franchise, trademark dan goodwill. Dll
Pengelompoakan Akun-Akun Dalam Akuntansi
 Akun yang termasuk ke dalam kelompok Harta (Asset) adalah:
1.            Kas
2.            Piutang
3.            Persediaan barang dagangan
4.            Perkengkapan kantor
5.            Sewa dibayar dimuka
6.            Asuransi dibayar dimuka
7.            PPn masukan
8.            Peralatan kantor
9.            Akumulasi penyusutan peralatan kantor
10.         Gedung, Kendaraan mesin dll
11.         Akumulasi penyusutan gedung, kendaraan, mesin dll

Liabilitas (Kewajiban)

Pengertian Liabilitas
Liabilitas (Liabilities) adalah kewajiban perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, peyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.
Liabilitas timbul dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Jadi, misalnya pembelian barang atau penggunaan jasa menimbulkan utang usaha (kecuali jika dibayar dimuka atau pada saat penyerahan dan penerimaan pinjaman bank menimbulkan liabilitas untuk membayar kembali pinjaman tersebut.
Penyelesaian kewajiban masa kini, selain pembebasan dari kreditur, biasanya melibatkan perusahaan untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat masa depan untuk memenuhi tuntutan pihak lain. Penyelesaian kewajiban yang ada sekarang dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan:
1.    Pembayaran kas
2.    Penyerahan asset lain
3.    Pemberian jasa
4.    Penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain
5.    Konversi kewajiban menjadi ekuitas
Jenis – Jenis Liabilitas (Kewajian)
Kewajiban ini dibedakan atas utang lancar dan utang jangkan panjang.
1.    Utang Lancar
Utang lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Utang lancar antara lain:
ÿ  Wesel bayar, adalah utang yang disertai promes.
ÿ  Utang usaha atau utang dagang, adalah kewajiban yang timbul karena pembelian jasa atau barang secara kredit.
ÿ  Biaya yang masih harus dibayar, adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar. Misalnya utang sewa, utang gaji dan utang bunga.
ÿ  Pendapatan diterima di muka, adalah kewajiban yang disebabkan perusahaan menerima lebih dahulu uang sedangkan penyerahan jasa atau barang belum dilakukan.
2.    Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang adalah kewajiban yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun. Utang ini timbul karena pelunasan perusahaan untuk membeli peralatan-peralatan baru atau mesin-mesain baru. Yang termasuk utang jangka panjang antara lain:
ÿ  Utang Bank, adalah pinjaman modal kerja dari Bank untuk perluasan usaha.
ÿ  Utang Hipotik, adalah pinjaman dari Bank dengan jaminan aktiva tetap.
ÿ  Utang Obligasi, adalah utang yang disebabkan perusahaan menerbitkan
dan menjual surat-surat berharga.
3.    Utang lain-lain
Utang lain-lain adalah utang yang tidak termasuk utang lancar maupun utang jangka panjang. Misalnya utang kepada direksi dan utang kepada pemegang saham.
Pengelompoakan Akun-Akun Dalam Akuntansi
Akun yang termasuk kedalam kelompok Utang (Liabilites):
1.            Utang usaha
2.            Utang PPn

3.            PPn keluaran

Ekuitas (Modal)

Pengertian Ekuitas
Modal merupakan setoran kekayaan (sumber ekonomi) dari pemilik perusahaan kepada perusahaan. Termasuk ke dalam golongan modal ini antara lain adalah pendapatan, beban, dan prive. Hal ini dikarenakan akun/ rekening ini berpengaruh besar terhadap pertambahan dan pengurangan modal suatu perusahaan.
Pada perusahaan Perseroan Terbatas, akuntansi modal disebut dengan modal saham.
1.    Modal Pemilik
2.    Modal saham
3.    Laba ditahan Laba perusahaan yang tidak dibagikan digunakan untuk penambahan modal perusahaan.
4.    Prive (pengambilan pribadi bukan untuk keperluan perusahaan)
Pengelompoakan Akun-Akun Dalam Akuntansi
Akun yang termasuk kelompok Modal (Equity)
1.            Modal Usaha
2.            Modal (Capital)
Modal adalah hak milik atas kekayaan dan harta perusahaan yang berbentuk hutang tak terbatas suatu perusahaan kepada pemilik modal hingga jangka waktu yang tidak terbatas. Rumus modal adalah harta atau aset dikurangi dengan kewajiban atau hutang.

Contoh Modal : modal disetor, prive, modal komanditer, laba ditahan, agro saham, saham preferen & biasa, simpanan-simpanan, sisa hasil usaha atau shu, dan lain sebagainya.

Yang termasuk Akun Nominal/sementara dan berikut penjelasannya :
Akun Pendapatan
Pendapatan adalah hasil atau penghasilan yang diperoleh perusahaan.
Pendapatan dibedakan atas:
1)    Pendapatan Usaha, adalah pendapatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan  usaha.
2)    Pendapatan di luar usaha, adalah pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Misalnya
a.    pendapatan sewa, pada perusahaan dagang menyewakan sebagian ruang yang tidak dipakai untuk kegiatan usaha, tetapi disewakan kepada pihak lain.
b.    Pendapatan bunga, pendapatan yang diterima perusahaan karena memiliki simpanan di bank atau pihak lain




Akun Beban
Beban adalah pengorbanan yang terjadi selama melaksanakan kegiatan usaha untuk memperoleh pendapatan. Beban dapat dibedakan atas:
1) Beban Usaha, adalah pengorbanan yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha.
a. Beban gaji
b. Beban listrik, air dan telepon
c. Beban iklan
d. Beban penyusutan

2) Beban Lain-lain, adalah pengorbanan yang tidak langsung berhubungan dengan
kegiatan pokok usaha. Misalnya :
Beban bunga. Beban (biaya) yang dibayar oleh perusahaan pada saat tertentu atas pinjaman yang diperoleh dari Bank.

Penghasilan / Pendapatan

Pengertian Penghasilan / Pendapatan
Pendapatan merupakan perolehan aktiva atau sumber ekonomi dari pihak lain sebagai imbalan atas penyerahan barang atau jasa perusahaan. Terdiri dari pendapatan usaha dan pendapatan nonusaha (pendapatan bunga, dll). Pendapatan dalampenyusunan laporan keuangan akan menambah modal perusahaan.
Pendapatan dibedakan atas:
1)    Pendapatan Usaha, adalah pendapatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.
2)    Pendapatan di luar usaha, adalah pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Misalnya
2.1 Pendapatan sewa, pada perusahaan dagang menyewakan sebagian ruang yang tidak dipakai untuk kegiatan usaha, tetapi disewakan kepada pihak lain.
2.2 Pendapatan bunga, pendapatan yang diterima perusahaan karena memiliki simpanan di bank atau pihak lain
Pendapatan dibagi dalam 2 jenis,pendapatan usaha dan pendapatan diluar usaha.
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan. Contoh: usaha penjualan DVD,pendapatan usahanya adalah dari hasil penjualan DVD.

PENDAPATAN DILUAR USAHA
Pendapatan yang diperoleh dari usaha sampingan/investasi lain. Contoh: pendapatan bunga.




Beban

Pengertian Beban
Beban adalah sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka memperoleh laba. Beban dapat dikategorikan menjadi beban usaha dan beban di luar usaha. Beban usaha berhubungan langsung dengan jalannya operasi perusahaan seperti beban gaji, beban iklan, beban sewa, beban perlengkapan, dan lain- lain. Beban nonusaha merupakan beban yang berasal dari luar operasi perusahaan seperti beban bunga. Beban dalam penyusunan laporan keuangan akan mengurangi modal

Beban dapat dibedakan atas:
1)    Beban Usaha, adalah pengorbanan yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha.
ÿ  Beban gaji
ÿ  Beban listrik, air dan telepon
ÿ  Beban iklan
ÿ  Beban penyusutan
2)    Beban Lain-lain, adalah pengorbanan yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan pokok usaha. Misalnya
ÿ  Beban bunga. Beban (biaya) yang dibayar oleh perusahaan pada saat tertentu atas pinjaman yang diperoleh dari Bank.
ÿ  Beban berbagai macam-macam lainnya.

Penggunaan Beban

Dalam melaksanakan kegiatan usaha maka setiap perusahaan tentunya akan mengeluarkan beban untuk menyelesaikan kegiatan operasional perusahaan. Setiap beban dan besarnya beban yang dikeluarkan tergantung pada besarnya kegiatan dan ruang lingkup usaha perusahaan.
Jenis-jenis beban yang digunakan untuk menunjang berlangsungnya kegiatan perusahaan memiliki sifat eksploitas dan sifat overhead. Artinya beban ini sebagian ada yang langsung mengurangi pendapatan dan ada juga yang secara tidak langsung mengurangi pendapatan. Adapun yang dimaksud dengan penggunaan beban yaitu segala pengeluaran baik secara langsung yang berhubungan dengan penyelesaian suatu pekerjaan.



Adapun jenis penggunaan beban pada PT. Asuransi adalah sebagai berikut:
1. Beban Administrasi dan Umum
Beban administrasi dan umum adalah beban yang terjadi dalam hubungannya dengan kegiatan administrasi dan umum yang disusun atau dibuat dalam kebijakan perusahaan. Beban administrasi terdiri dari:
  • Beban gaji adalah tanggungan gaji yang diberikan kepada seluruh karyawan tetap yang besarnya sesuai dengan jabatan atau posisi karyawan. Beban gaji yang dikeluarkan meliputi: gaji, insentif dan bonus, serta premi lembur.
  • Beban Pembelian Alat-alat kantor adalah beban yang digunakan dalam hal melengkapi fasilitas yang dibutuhkan perusahaan dalam kegiatannya. Beban yang dikeluarkan seperti: pembelian computer, meja, kursi, alat-alat tulis kantor dan lain-lain.
  • Beban Penyusutan Aktiva Tetap
  • Beban Reparasi dan Pemeliharaan meliputi reparasi dan
    pemeliharan  bangunan kantor.
  • Beban Air, Listrik dan Telepon.
  • Biaya transport
  • Biaya sewa kantor
  • Biaya sewa kendaraan
2. Beban Pemasaran
Beban pemasaran adalah segala beban yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran yang dikeluarkan dalam rangka untuk pemasaran asuransi.
Beban pemasaran ini terdiri dari:
  • Beban Perjalanan Dinas
Beban perjalanan dinas merupakan beban perjalanan yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap perjalanan yang bertujuan untuk kepentingan perusahaan, misalnya perjalanan keluar negeri untuk mencari relasi kerja dengan perusahaan asuransi lain, perjalanan ke kantor pusat atau perjalanan lain yang berkepentingan bagi perusahaan.
  • Beban Iklan
Beban iklan merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran jasa asuransi misalnya reklame lewat selebaran, spanduk, atau billboard.
3. Beban Klaim
Beban klaim merupakam beban yang berhubungan dengan kegiatan pencarian nasabah yang meliputi klaim yang telah disetujui, klaim dalam proses penyelesaian dan klaim yang terjadi namun belum dilaporkan. Dalam hal ini adanya perubahan dalam jumlah estimasi kewajiban klaim tersebut yang akan dilaporkan, sebagai akibat proses penelaah lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan kalim yang dibayarkan, diakui sebagai penambah atau pengurang beban dalam laporan laba-rugi dalam periode tertentu.
Selain beban diatas PT. Asuransi membagi beban menjadi 2 jenis yaitu:
1. Beban Opersional
Beban opersional adalah merupakan beban yang berhubungan  dengan kegiatan operasional perusahaan yang meliputi: 
a. Pembayaran Komisi
Merupakan pembayaran yang bersifat sementara waktu, pembayarannya ditentukan pada saat terjadinya transaksi kegiatan asuransi. Komisi ini meliputi:
  • komisi broker
  • komisi captive/non captive
b. Pembayaran Hutang Klaim
Merupakan pembayaran yang bersifat terus-menerus, pembayaran ditentukan berdasarkan tanggal jatuh tempo atau sebelum jatuh tempo waktu yang ditentukan. Hutang klaim meliputi:
  • captive
  • non captive
  • bank
c. Beban Penggabungan Saham dengan Pihak Lain
d. Beban Pembelian Aktiva Baru

PRIVE
Pengertian Prive
Prive merupakan pengambilan sejumlah harta perusahaan untuk kepentingan pribadi pemilik. Pengertian Prive adalah investasi/penyetoran modal  dan pengambilan modal oleh anggota perseroan komanditer (CV).
Penyetoran prive bukan merupakan objek pajak bagi CV (perseroan komanditer) (pasal 4 ayat (3) c UU no.36 Tahun 2008 tentang PPh) antara lain dalam bentuk :
1)    Investasi berbentuk uang kas/bank.
2)    Investasi berbentuk barang dagangan.
3)    Investasi berbentuk aktiva (tetap dan tidak tetap).




Pengambilan Prive bukan merupakan objek pajak bagi anggota perseroan komanditer (pemilik CV)  (pasal 4 ayat (3)  i UU no.36 Tahun 2008 tentang PPh) dan bukan merupakan biaya bagi perseroan komanditer (CV)  (pasal 9 ayat (1) a UU no.36 Tahun 2008 tentang PPh) antara lain berbentuk :
1)    Pengambilan prive berbentuk uang kas/bank.
2)    Pengambilan prive berbentuk barang dagangan.
3)    Pengambilan prive berbentuk aktiva (tetap dan tidak tetap).
Yang termasuk dalam kategori pengambilan prive antara lain :
1)    Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun.
2)    Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi anggota perseroan komanditer (CV).
3)    Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham.
Penarikan modal oleh anggota perseroan komanditer.

Download Format Word Silahkan Click Gambar dibawah Ini :

 http://bit.ly/2tmQKcg





PERSAMAAN AKUNTANSI



PENGANTAR AKUNTANSI


Nama : Cornelius Napitu
NIM : 41816210027
DOSEN PEMBIMBING
Sakius Tarigan, SE, MMSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA BEKASI
FASILKOM
TAHUN AJARAN 2016 - 2017

Persamaan Akuntansi

Persamaan akuntansi adalah persamaan untuk menggambarkan hubungan antara elemen-elemen dalam laporan keuangan. Elemen-elemen laporan keuangan yang utama ada 5, yaitu aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Ketiga elemen laporan keuangan yang pertama (aset, kewajiban ekuitas) berada di laporan laporan posisi keuangan (dulu dikenal dengan nama "neraca"). Kedua elemen berikutnya (pendapatan dan beban) berada di laporan laba rugi (dulu dikenal dengan nama "laporan rugi laba").
Pengakuan transaksi lebih mudah dilakukan apabila pengguna memahami persamaan akuntansi.Persamaan akuntansi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu persamaan akuntansi dasar dan persamaan akuntansi ekstensi. Persamaan akuntansi dasar sangat sederhana, yaitu "Aset = Liabilitas + Ekuitas". Sementara itu, persamaan akuntansi ekstensi ada 2, yaitu persamaan akuntansi perspektif sejarah dan perspektif IFRS. Persamaan akuntansi ekstensi perspektif sejarah adalah "Aset + Beban = Liabilitas + Ekuitas + Penghasilan". Persamaan akuntansi ekstensi perspektif IFRS adalah "Aset = Liabilitas + Ekuitas + (Penghasilan - Beban)".
Secara umum persamaan dasar akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut :
HARTA = UTANG + MODAL
atau
ASSETS = LIABILITIES + OWNER’S EQUITY
Konsep di atas memaparkan sisi kiri sebagai kekayaan entutas (perusahaan) dan sisi kanan menggambarkan kekayaan entitas tersebut didanai (baik oleh utang atau modal sendiri). Dari persamaan di atas maka dapat dilihat bahwa apabila sisi kiri bertambah maka sisi kanan akan bertambah sebesar nilai yang sama atau diimbangi dengan penurunan sebesar nilai yang sama pada sisi kiri juga.
Sumber daya yang dimiliki perusahaan disebut aset atau aktiva (assets). Contoh aset meliputi kas, tanah, gedung, dan peralatan. Hak atau klaim atas asset biasanya dibagi berdasarkan dua jenis pemilik:
(1)  Hak kreditor adalah Hak kreditor mencerminkan utang perusahaan dan
disebut kewajiban (liabilities).
(2) Hak pemilik. Hak pemilik disebut ekuitas pemilik (owner’s equity).
Hubungan antara keduanya dapat membentuk persamaan sebagai berikut:

Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik

Persamaan ini dikenal sebagai persamaan akuntansi (accounting equation).

Transaksi Bisnis dan Persamaan Akuntansi

Transaksi bisnis adalah peristiwa atau kondisi ekonomi yang secara langsung mengubah kondisi keuangan suatu entitas atau secara langsung mempengaruhi hasil operasinya.
Aktivitas atau kondisi ekonomi yang secara langsung mengubah kondisi keuangan entitas atau secara langsung memengaruhi hasil operasionalnya disebut transaksi bisnis (business transaction).

Contoh :
Kondisi
Harta
Utang dan Modal
1
(+) 5.000
(+) 5.000
2
(+) 7.000 dan (-) 7.000
0 (tidak berpengaruh)

Apabila harta bertambah 5.000 maka sisi kanan (utang dan modal) juga bertambah sebesar 5.000. Secara matematis apabila sisi harta bertambah 7.000 namun diimbangi dengan penurunan sebesar 7.000 maka tidak ada pengaruh pada sisi kanan.
Perhatikan ilustrasi di bawah ini :
Pak Jono inigin membuka usaha LAUNDRY WANGI di Apartemen Nyaman. Untuk membuka usaha laundry, diperlukan modal Rp250.000.000,- Namun modal pak Jono sendiri hanya Rp150.000.000,- sisanya Pak Jono harus meminjam kepada sahabatnya Pak Lono sebesar Rp100.000.000,-. Saat ini uang milik LAUNDRY WANGI sebesar Rp250.000.000,-

HARTA = UTANG + MODAL
250.000.000 = 100.000.000 + 150.000.000

Analisis Transaksi

Akuntansi memiliki persamaan dasar yang secara umum dirumuskan :








HARTA

UTANG

MODAL
Harta Lancar
-       Kas
-       Piutang Usaha
-       Persediaan barang dagang
-       Perlengkapan
-       Beban dibayar dimuka
Harta Tetap
-       Tanah
-       Bangunan
-       Akumulasi Penyusutan bangunan
-       Peralatan
-       Akumulasi Penyusutan Peralatan

Utang Jangka Pendek
-       Utang usaha
-       Utang gaji
-       Pendapatan diterima di muka
Utang Jangka Panjang
-       Utang Bank
-       Utang Obligasi


Dipengaruhi oleh :
-       Pendapatan
-       Beban
-       Prive
-       Investasi pemilik

Perhatikan ilustrasi berikut :
Untuk memulai usahanya maka Jono membeli peralatan berupa mesin cuci keluaran terbaru yang memuat  kapasitas 30kg sebanyak 2 unit dengan total Rp55.000.000,- .Kemudian menyewa tempat berupa shophouse selama 1 tahun Rp45.000.000,- membeli detergen dan pewangi sebesar Rp2.000.000,- .Untuk mengantar dan menjemput pakaian dibeli sebuah motor bekas seharga Rp10.000.000,-. Sisa uang yang ada disimpan untuk keperluan operasional. Berikut persamaan akuntansi yang dibuat :


Akun dan Transaksi Perusahaan

Akun adalah suatu media untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan atau sumber daya yang dimiliki perusahaan secara spesifik seperti aktiva, hutang , modal, pendapatan dan beban.
Tujuan penggunaan akun adalah untuk mencatat data-data yang muncul akibat transaksi perusahaan. Akun adalah dasar dari kegiatan penyusunan laporan keuangan. Akun memberikan informasi tentang operasi peusahaan dari hari ke hari. Dari akun dapat diketahui beberapa informasi penting untuk perusahaan, seperti jumlah tagihan pada salah satu langganan atau jumlah total tagihan, jumlah beban tenaga kerja, jumlah pendapatan, atau beberapa informasi lain.

Bentuk Akun

Secara umum sebuah akun berupa sebuah table yang dibagi menjadi dua bagian atau dua sisi. Bagian kiri disebut sisi debet dan bagian kanan disebut sisi kredit. Mencatat di sisi kiri disebut mendebet akun. Dan mencatat di sisi kanan disebut mengkredit akun. Secara berkala, sisi debet harus dijumlahkan dan dipertemukan (dikurangkan) dengan jumlah sisi kredit, sehingga diketahui saldo dari akun tersebut pada suatu saat.
Akun T
Yang paling sederhana adalah akun yang berbentuk huruf T, yang biasa disebut akun T. akun T lebih banyak digunakan di dalam mekanisme belajar akuntansi di lembaga pendidikan, bukan di dalam praktek. Contoh akun T :

               Nama Perkiraan
  Sisi Debet
Sisi Kredit







Akun Dua Kolom
Sebenarnya akun dua kolom tidak terdiri dari dua kolom saja, tetapi terdiri dari beberapa kolom. Namun disebut dua kolom karena pada dasarnya akun ini dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu kolom debet dan kredit.
                                                          Nama Rekening                                      
No Rek :
Debet                                                                                                             Kredit
Tgl
Keterangan
Ref
Jumlah
Tgl.
Keterangan
Ref
Jumlah

Akun Tiga Kolom /Staffel
    Nama Perkiraan:                                                           Nomor Perkiraan:
Tgl                           
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
D/K
Saldo

Akun Empat Kolom
Sebagaimana halnya dengan akun dua kolom, akun empat kolom tidak benar-benar dibagi menjadi empat kolom saja. Akun berbentuk empat kolom dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu kolom tanggal, kolom keterangan dan kolom debet serta kolom kredit.
Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
                     

Pengelompokan Akun

Secara umum, seluruh perkiraan yang ada di dalam buku besar suatu perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu :
  1. Akun-akun neraca atau disebut juga akun riil, yaitu semua akun yang terdapat di dalam neraca, seperti akun aktiva, akun hutang dan akun modal. Akun riil terus dilanjutkan/ diakumulasikan dari waktu ke waktu. Jadi sepanjang perusahaan tersebut masih beroperasi maka saldo dari setiap akun tersebut akan terus ada atau terbawa dari satu periode akuntansi ke periode akuntansi berikutnya.
  2. Akun-akun laba rugi atau disebut juga akun nominal, yaitu semua akun yang terdapat di dalam laporan rugi laba, yang mencakup akun pendapatan dan akun beban. Akun-akun nominal hanya dipertahankan selama satu periode akuntansi. Pada awal periode berikutnya semua akun nominal harus dimulai dari nol. Jadi setiap akun nominal hanya berumur satu periode akuntansi.
Dari klasifikasi akun tersebut, kemudian setiap kelompok akun tersebut dipisah lagi menjadi beberapa golongan akun, seperti berikut :

1.         Aktiva
Ø  Aktiva lancar
Ø  Investasi jangka panjang
Ø  Aktiva tetap berwujud
Ø  Aktiva tetap tidak berwujud
Ø  Aktiva lain-lain
           2.            Hutang
Ø  Hutang jangka pendek
Ø  Hutang jangka panjang
           3.            Modal
           4.            Pendapatan
           5.            Beban Operasi
Ø  Beban pemasaran
Ø  Beban administrasi dan umum

Pedoman Pengisian Akun

  • Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun aktiva, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit
  • Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun hutang/kewajiban, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi debet
  • Untuk semua akun yang termasuk dalam akun modal, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya maka dimasukkan di dalam sisi debet
  • Akun pendapatan /penjualan, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi debet
  • Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun beban, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit
  • Akun prive atau dividen, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit





Penggolongan Transaksi
Transaksi adalah setiap kejadian di dalam perusahaan yang membutuhkan pencatatan. Transaksi dibagi atas transaksi keuangan dan transaksi non-keuangan.
Transaksi keuangan adalah kejadian dalam suatu perusahaan yang menghendaki pencatatan secara sistematis dan kronologis, kerana mempengaruhi posisi harta, liabilitas dan modal suatu unit usaha. Transaksi keuangan harus dicatat di dalam akuntansi dengan syarat transaksi tersebut harus dapat diukur dengan satuan mata uang yang stabil.
Transaksi keuangan dikelompokkan menjadi :
  • Transaksi keuangan internal yaitu transaksi yang terjadi di dalam perusahaan tanpa melibatkan pihak luar perusahaan. Contoh : pemakaian perlengkapan perusahaan. Bukti transaksi yang digunakan umumnya adalah memo.
  • Transaksi keuangan eksternal yaitu transaksi yang dilakukan pihak internal perusahaan dengan melibatkan pihak eksternal perusahaan. Contoh : pembayaran gaji, pembelian perlengkapan atau barang dagang. Bukti transaksi pada umumnya digunakan : faktur, nota kontan, kuitansi, ataupun cek.
Transaksi non keuangan merupakan transaksi yang terjadi di dalam perusahaan namun tidak secara langsung mempengaruhi posisi harta, utang dan modal perusahaan. Contoh : Kantor Akuntan Publik menandatangani kortrak kerjasama dengan pelanggan untuk memberikan jasa konsultasi manajemen. Dikatakan sebagai transaksi non-keuangan karena pada saat ditandatangani kontrak, jasa belum diberikan dan pembayaran belum diterima.
Kode dan Penggolongan Akun
Akun merupakan tempat pencatatan atas transaksi yang sejenis. Contoh : pengeluaran atas uang tunai atau penerimaan uang tunai dicatat pada akun kas. Penambahan perlengkapan dicatat dalam akun perlengkapan. Akun dapat diumpamakan sebagai suatu pos. Pada umum nya akun akan diberi kode tertentu dengan maksud :
  • Memberi identitas/ pengenal yang berbeda kepada setiap akun
  • Menginformasikan kelompok dari masing-masing akun
  • Mempermudah dalam input transaksi terutama memasukkan data melalui computer
Secara umum akun dapat dikelompokkan sebagai berikut :
  1. Harta (Asset)             3. Modal (Capital)                 5. Beban (Expense)
  2. Utang (Liability)        4. Pendapatan (Revenue)
Laporan akuntansi, yang disebut laporan keuangan, menyediakan rangkuman informasi kepada pemilik.
Laporan Keuangan
ÿ  Laporan laba rugi —Rangkuman dari pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu.
ÿ  Laporan ekuitas pemilik—Rangkuman dari perubahan ekuitas pemilik selama periode waktu tertentu.
ÿ  Neraca—Daftar dari aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu.
ÿ  Laporan arus kas—Rangkuman dari penerimaan dan pengeluaran kas selama periode waktu tertentu.
Laporan Arus Kas
ÿ  Arus Kas dari Aktivitas Operasi—Bagian ini melaporkan rangkuman penerimaan dan pengeluaran kas dari operasi.
ÿ  Arus Kas dari Aktivitas Investasi—Bagian ini melaporkan transaksi kas untuk akuisisi dan penjualan aset yang relatif permanen.
ÿ  Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan—Bagian ini melaporkan transaksi kas yang berkaitan dengan investasi kas oleh pemilik, pinjaman, dan penarikan kas oleh pemilik.
Alat untuk Analisis dan Interpretasi Keuangan
Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik memungkinkan pemilik perusahaan seperti Chris Clark untuk menganalisis kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam kondisi bisnis yang buruk.
Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik
=
Total kewajiban
Total ekuitas pemilik (atau total ekuitas pemegang saham)


Download Format Word Silahkan Klick Gambar di Bawah Ini :

http://bluenik.com/3BMx