PENGERTIAN ASET, LIABILITAS, EKUITAS, PENGHASILAN, dan BEBAN
PENGANTAR AKUNTANSI
Nama : Cornelius Napitu
NIM : 41816210027
DOSEN PEMBIMBING
Sakius Tarigan, SE, MMSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA BEKASI
FASILKOM
TAHUN AJARAN 2016 - 2017
Aset (Aktiva)
Pengertian
Aktiva
Aktiva
atau yang biasa juga disebut Aset merupakan kekayaan (sumber daya) yang
dimiliki oleh entitas bisnis yang bisa diukur secara jelas menggunakan satuan
uang serta sistem pengurutannya berdasar pada seberapa cepat perubahannya
dikonversi menjadi satuan uang kas. Misal gedung dan uang tunai, diurutkan uang
tunai (kas) dulu baru kemudian gedung. berdasarkan yang paling lancar dan
gedung tentunya bisa di ukur berdasarkan satu satuan uang tunai. misal
katakanlah Rp 40 juta atau Rp 100 juta dinyatakan dalam satuan “Rp” bukan 40 kg
atau 100 kg ataupun km.
Aset bermanfaat secara langsung
ataupun tak langsung, Sifatnya produktif dan masuk dalam bagian operasi
perusahaan dan juga memiliki kemampuan dalam mengurangi pengeluaran kas. Aktiva
memiliki potensi manfaat di masa yang akan datang, potensi manfaat tersebut
bisa dalam bentuk hal hal yang produktif yang bisa menghasilkan kas atau setara
kas.
Manfaat yang lain dari aktiva adalah
aset sebagai penghasil barang dan jasa, dapat ditukar dengan aktiva lain,
melunasi kewajiban (hutang). Ada beberapa cara untuk memperoleh Aset :
Ø Aktiva bisa diperolah dengan cara
diproduksi atau dibangun sendiri,
Ø Bisa didapat dengan dibeli
Ø Pertukaran aset maupun sumbangan
dari pihak lain.
Jika ditelaah, kepemilikan aset tidak hanya mengenai
aset aset yang ber-hak milik saja, Tetapi bisa juga hak hak yang lain misalnya
hak sewa, hak guna bangunan, hak tagih, hak pakai maupun yang lainnya. Perbedaan
hak kepemilikan tersebut nantinya akan mempengaruhi jenis item dan penggolongan
aktiva didalam laporan keuangan.
Contoh aktiva misalnya uang tunai (kas), tanah, bangunan, peralatan, perlengkapan, sewa dibayar dimuka, hak paten dan lainnya.
Contoh aktiva misalnya uang tunai (kas), tanah, bangunan, peralatan, perlengkapan, sewa dibayar dimuka, hak paten dan lainnya.
Secara umum persamaan dasar akuntansi
dapat dirumuskan sebagai berikut :
HARTA
= UTANG + MODAL
atau
ASSETS = LIABILITIES + OWNER’S EQUITY
Jenis
Jenis Aktiva
Aktiva
dalam akuntansi umumnya dikelompokkan ke dalam tiga bagian, Aset Lancar, Aset
Tetap dan Aset Tak Berwujud. penjelasan singkatnya bisa dilihat berikut ini,
penjabaran lebih lanjut akan diposting di lain tempat, silahkan klik link yang
ada.
Aktiva
ini biasanya digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif singkat, tidak
lebih dari satu tahun buku dan bisa dikonversikan ke bentuk uang kas. Contoh
aktiva lancar seperti uang tunai (kas/cash), temporary invesment (investasi
jangka pendek), accounts receivable (piutang dagang), notes receivable (wesel
tagih), inventories (persediaan), accrued receivable (pendapatan yg msih akan
diterima), prepaid expense (beban dibayar dimuka).
Aktiva
tetap merupakan sumberdaya/kekayaan harga yang dimiliki suatu entitas bisnis
yang sifatnya permanen dan bisa diukur dengan jelas. digunakan dan bermanfaat
dalam waktu yang relatif lama, lebih dari satu tahun buku. tujuan aktiva tetap
diperoleh perusahaan untuk digunakan sendiri dan tidak dijual kecuali ada hal
hal atau kondisi khusus yang mengharuskan perusahaan menjual aktiva tetapnya.
contoh aktiva tetap misalnya bangunan, tanah, peralatan kantor, mesin,
kendaraan dan yang lainnya.
Sesuai
namanya, Wujud aktiva ini tak tampak, tidak bisa disimpan, dipegang bentuknya
namun bisa dirasakan manfaatnya. Aset Tak Berwujud ini bisa merupakan hak hak
perusahaan yang kepemilikannya diatur dan dilindungi oleh peraturan perundang
undangan. misalnya hak paten, hak guna bangunan, hak sewa atau hak kontrak,
franchise, trademark dan goodwill. Dll
Pengelompoakan Akun-Akun Dalam Akuntansi
Akun yang termasuk ke dalam kelompok Harta (Asset)
adalah:
1.
Kas
2.
Piutang
3.
Persediaan
barang dagangan
4.
Perkengkapan
kantor
5.
Sewa dibayar
dimuka
6.
Asuransi
dibayar dimuka
7.
PPn masukan
8.
Peralatan
kantor
9.
Akumulasi
penyusutan peralatan kantor
10.
Gedung,
Kendaraan mesin dll
11.
Akumulasi
penyusutan gedung, kendaraan, mesin dll
Liabilitas (Kewajiban)
Pengertian
Liabilitas
Liabilitas (Liabilities) adalah kewajiban perusahaan masa kini yang timbul
dari peristiwa masa lalu, peyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar
dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.
Liabilitas
timbul dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Jadi, misalnya pembelian barang
atau penggunaan jasa menimbulkan utang usaha (kecuali jika dibayar dimuka atau
pada saat penyerahan dan penerimaan pinjaman bank menimbulkan liabilitas untuk
membayar kembali pinjaman tersebut.
Penyelesaian
kewajiban masa kini, selain pembebasan dari kreditur, biasanya melibatkan
perusahaan untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat masa depan
untuk memenuhi tuntutan pihak lain. Penyelesaian kewajiban yang ada sekarang
dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan:
1. Pembayaran kas
2. Penyerahan asset lain
3. Pemberian jasa
4. Penggantian kewajiban tersebut dengan
kewajiban lain
5. Konversi kewajiban menjadi ekuitas
Jenis – Jenis Liabilitas (Kewajian)
Kewajiban ini dibedakan atas
utang lancar dan utang jangkan panjang.
1. Utang
Lancar
Utang
lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu
tahun. Utang
lancar antara lain:
ÿ Wesel
bayar, adalah utang yang disertai promes.
ÿ Utang
usaha atau utang dagang, adalah kewajiban yang timbul karena pembelian jasa
atau barang secara kredit.
ÿ Biaya
yang masih harus dibayar, adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.
Misalnya utang sewa, utang gaji dan utang bunga.
ÿ Pendapatan
diterima di muka, adalah kewajiban yang disebabkan perusahaan menerima lebih
dahulu uang sedangkan penyerahan jasa atau barang belum dilakukan.
2. Utang
Jangka Panjang
Utang
jangka panjang adalah kewajiban yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu
tahun. Utang ini timbul karena pelunasan perusahaan untuk membeli peralatan-peralatan
baru atau mesin-mesain baru. Yang termasuk utang jangka panjang antara lain:
ÿ Utang
Bank, adalah pinjaman modal kerja dari Bank untuk perluasan usaha.
ÿ Utang
Hipotik, adalah pinjaman dari Bank dengan jaminan aktiva tetap.
ÿ Utang
Obligasi, adalah utang yang disebabkan perusahaan menerbitkan
dan menjual surat-surat berharga.
3. Utang
lain-lain
Utang
lain-lain adalah utang yang tidak termasuk utang lancar maupun utang jangka
panjang. Misalnya utang kepada direksi dan utang kepada pemegang saham.
Pengelompoakan Akun-Akun Dalam Akuntansi
Akun yang termasuk kedalam kelompok Utang
(Liabilites):
1.
Utang usaha
2.
Utang PPn
3.
PPn keluaran
Ekuitas
(Modal)
Pengertian
Ekuitas
Modal merupakan setoran
kekayaan (sumber ekonomi) dari pemilik perusahaan kepada perusahaan. Termasuk
ke dalam golongan modal ini antara lain adalah pendapatan, beban, dan prive.
Hal ini dikarenakan akun/ rekening ini berpengaruh besar terhadap pertambahan
dan pengurangan modal suatu perusahaan.
Pada perusahaan Perseroan
Terbatas, akuntansi modal disebut dengan modal saham.
1. Modal
Pemilik
2. Modal
saham
3. Laba
ditahan Laba perusahaan yang tidak dibagikan digunakan untuk penambahan modal
perusahaan.
4. Prive
(pengambilan pribadi bukan untuk keperluan perusahaan)
Pengelompoakan Akun-Akun Dalam Akuntansi
Akun yang termasuk kelompok Modal (Equity)
1.
Modal Usaha
2.
Modal
(Capital)
Modal adalah hak milik atas kekayaan dan harta
perusahaan yang berbentuk hutang tak terbatas suatu perusahaan kepada pemilik
modal hingga jangka waktu yang tidak terbatas. Rumus modal adalah harta atau
aset dikurangi dengan kewajiban atau hutang.
Contoh Modal : modal disetor, prive, modal komanditer, laba ditahan, agro saham, saham preferen & biasa, simpanan-simpanan, sisa hasil usaha atau shu, dan lain sebagainya.
Contoh Modal : modal disetor, prive, modal komanditer, laba ditahan, agro saham, saham preferen & biasa, simpanan-simpanan, sisa hasil usaha atau shu, dan lain sebagainya.
Yang termasuk Akun Nominal/sementara dan
berikut penjelasannya :
Akun Pendapatan
Pendapatan adalah hasil atau penghasilan yang
diperoleh perusahaan.
Pendapatan dibedakan atas:
Pendapatan dibedakan atas:
1)
Pendapatan Usaha, adalah pendapatan yang berhubungan
langsung dengan kegiatan usaha.
2)
Pendapatan di luar usaha, adalah pendapatan yang tidak
berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Misalnya
a. pendapatan sewa, pada perusahaan dagang
menyewakan sebagian ruang yang tidak dipakai untuk kegiatan usaha, tetapi
disewakan kepada pihak lain.
b. Pendapatan bunga, pendapatan yang diterima
perusahaan karena memiliki simpanan di bank atau pihak lain
Akun Beban
Beban adalah pengorbanan yang terjadi
selama melaksanakan kegiatan usaha untuk memperoleh pendapatan. Beban dapat
dibedakan atas:
1) Beban Usaha, adalah pengorbanan
yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha.
a. Beban gaji
b. Beban
listrik, air dan telepon
c. Beban
iklan
d. Beban penyusutan
2) Beban Lain-lain, adalah
pengorbanan yang tidak langsung berhubungan dengan
kegiatan pokok usaha. Misalnya :
kegiatan pokok usaha. Misalnya :
Beban bunga. Beban (biaya) yang
dibayar oleh perusahaan pada saat tertentu atas pinjaman yang diperoleh dari
Bank.
Penghasilan
/ Pendapatan
Pengertian Penghasilan / Pendapatan
Pendapatan merupakan
perolehan aktiva atau sumber ekonomi dari pihak lain sebagai imbalan atas
penyerahan barang atau jasa perusahaan. Terdiri dari pendapatan usaha dan
pendapatan nonusaha (pendapatan bunga, dll). Pendapatan dalampenyusunan laporan
keuangan akan menambah modal perusahaan.
Pendapatan dibedakan atas:
1) Pendapatan
Usaha, adalah pendapatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.
2) Pendapatan
di luar usaha, adalah pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan
kegiatan usaha. Misalnya
2.1 Pendapatan sewa,
pada perusahaan dagang menyewakan sebagian ruang yang tidak dipakai untuk
kegiatan usaha, tetapi disewakan kepada pihak lain.
2.2 Pendapatan bunga,
pendapatan yang diterima perusahaan karena memiliki simpanan di bank atau pihak
lain
Pendapatan
dibagi dalam 2 jenis,pendapatan usaha dan pendapatan diluar usaha.
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan yang diperoleh dari
kegiatan utama perusahaan. Contoh: usaha penjualan DVD,pendapatan usahanya
adalah dari hasil penjualan DVD.
PENDAPATAN DILUAR USAHA
Pendapatan yang diperoleh dari usaha
sampingan/investasi lain. Contoh: pendapatan bunga.
Beban
Pengertian
Beban
Beban adalah sejumlah
pengorbanan yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka memperoleh laba.
Beban dapat dikategorikan menjadi beban usaha dan beban di luar usaha.
Beban usaha berhubungan langsung dengan jalannya operasi perusahaan seperti
beban gaji, beban iklan, beban sewa, beban perlengkapan, dan lain- lain. Beban
nonusaha merupakan beban yang berasal dari luar operasi perusahaan seperti
beban bunga. Beban dalam penyusunan laporan keuangan akan mengurangi modal
Beban dapat dibedakan atas:
1) Beban
Usaha, adalah pengorbanan yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha.
ÿ Beban
gaji
ÿ Beban
listrik, air dan telepon
ÿ Beban
iklan
ÿ Beban
penyusutan
2) Beban
Lain-lain, adalah pengorbanan yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan
pokok usaha. Misalnya
ÿ Beban
bunga. Beban (biaya) yang dibayar oleh perusahaan pada saat tertentu atas
pinjaman yang diperoleh dari Bank.
ÿ Beban
berbagai macam-macam lainnya.
Penggunaan
Beban
Dalam
melaksanakan kegiatan usaha maka setiap perusahaan tentunya akan mengeluarkan
beban untuk menyelesaikan kegiatan operasional perusahaan. Setiap beban dan
besarnya beban yang dikeluarkan tergantung pada besarnya kegiatan dan ruang
lingkup usaha perusahaan.
Jenis-jenis
beban yang digunakan untuk menunjang berlangsungnya kegiatan perusahaan
memiliki sifat eksploitas dan sifat overhead. Artinya beban ini sebagian ada
yang langsung mengurangi pendapatan dan ada juga yang secara tidak langsung
mengurangi pendapatan. Adapun yang dimaksud dengan penggunaan beban yaitu
segala pengeluaran baik secara langsung yang berhubungan dengan penyelesaian
suatu pekerjaan.
Adapun
jenis penggunaan beban pada PT. Asuransi adalah sebagai berikut:
1. Beban Administrasi dan Umum
Beban
administrasi dan umum adalah beban yang terjadi dalam hubungannya dengan
kegiatan administrasi dan umum yang disusun atau dibuat dalam kebijakan
perusahaan. Beban administrasi terdiri dari:
- Beban gaji adalah tanggungan gaji yang diberikan
kepada seluruh karyawan tetap yang besarnya sesuai dengan jabatan atau
posisi karyawan. Beban gaji yang dikeluarkan meliputi: gaji, insentif dan
bonus, serta premi lembur.
- Beban Pembelian Alat-alat kantor adalah beban yang
digunakan dalam hal melengkapi fasilitas yang dibutuhkan perusahaan dalam
kegiatannya. Beban yang dikeluarkan seperti: pembelian computer, meja,
kursi, alat-alat tulis kantor dan lain-lain.
- Beban Penyusutan Aktiva Tetap
- Beban
Reparasi dan Pemeliharaan meliputi reparasi dan
pemeliharan bangunan kantor. - Beban Air, Listrik dan Telepon.
- Biaya transport
- Biaya sewa kantor
- Biaya sewa kendaraan
2. Beban
Pemasaran
Beban
pemasaran adalah segala beban yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran yang
dikeluarkan dalam rangka untuk pemasaran asuransi.
Beban
pemasaran ini terdiri dari:
- Beban Perjalanan Dinas
Beban perjalanan
dinas merupakan beban perjalanan yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap
perjalanan yang bertujuan untuk kepentingan perusahaan, misalnya perjalanan
keluar negeri untuk mencari relasi kerja dengan perusahaan asuransi lain,
perjalanan ke kantor pusat atau perjalanan lain yang berkepentingan bagi
perusahaan.
- Beban Iklan
Beban iklan merupakan
kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran jasa asuransi misalnya reklame lewat
selebaran, spanduk, atau billboard.
3. Beban Klaim
Beban
klaim merupakam beban yang berhubungan dengan kegiatan pencarian nasabah yang
meliputi klaim yang telah disetujui, klaim dalam proses penyelesaian dan klaim
yang terjadi namun belum dilaporkan. Dalam hal ini adanya perubahan dalam
jumlah estimasi kewajiban klaim tersebut yang akan dilaporkan, sebagai akibat
proses penelaah lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan
kalim yang dibayarkan, diakui sebagai penambah atau pengurang beban dalam
laporan laba-rugi dalam periode tertentu.
Selain
beban diatas PT. Asuransi membagi beban menjadi 2 jenis yaitu:
1. Beban Opersional
Beban
opersional adalah merupakan beban yang berhubungan dengan kegiatan
operasional perusahaan yang meliputi:
a. Pembayaran Komisi
Merupakan
pembayaran yang bersifat sementara waktu, pembayarannya ditentukan pada saat
terjadinya transaksi kegiatan asuransi. Komisi ini meliputi:
- komisi broker
- komisi captive/non captive
b. Pembayaran Hutang Klaim
Merupakan
pembayaran yang bersifat terus-menerus, pembayaran ditentukan berdasarkan
tanggal jatuh tempo atau sebelum jatuh tempo waktu yang ditentukan. Hutang
klaim meliputi:
- captive
- non captive
- bank
c. Beban Penggabungan Saham dengan Pihak Lain
d. Beban Pembelian Aktiva Baru
PRIVE
Pengertian
Prive
Prive merupakan pengambilan sejumlah
harta perusahaan untuk kepentingan pribadi pemilik. Pengertian Prive adalah
investasi/penyetoran modal dan pengambilan modal oleh anggota perseroan
komanditer (CV).
Penyetoran prive bukan
merupakan objek pajak bagi CV (perseroan komanditer) (pasal 4 ayat (3) c
UU no.36 Tahun 2008 tentang PPh) antara lain dalam bentuk :
1) Investasi
berbentuk uang kas/bank.
2) Investasi
berbentuk barang dagangan.
3) Investasi
berbentuk aktiva (tetap dan tidak tetap).
Pengambilan Prive bukan
merupakan objek pajak bagi anggota perseroan komanditer (pemilik CV)
(pasal 4 ayat (3) i UU no.36 Tahun 2008 tentang PPh) dan bukan
merupakan biaya bagi perseroan komanditer (CV) (pasal 9 ayat (1) a
UU no.36 Tahun 2008 tentang PPh) antara lain berbentuk :
1) Pengambilan
prive berbentuk uang kas/bank.
2) Pengambilan
prive berbentuk barang dagangan.
3) Pengambilan
prive berbentuk aktiva (tetap dan tidak tetap).
Yang termasuk dalam kategori
pengambilan prive antara lain :
1) Pembagian
laba dengan nama dan dalam bentuk apapun.
2) Biaya
yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi anggota perseroan
komanditer (CV).
3) Gaji
yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer
yang modalnya tidak terbagi atas saham.
Penarikan modal oleh
anggota perseroan komanditer.Download Format Word Silahkan Click Gambar dibawah Ini :


0 komentar :
Posting Komentar