PERSAMAAN AKUNTANSI
PENGANTAR AKUNTANSI
Nama : Cornelius Napitu
NIM : 41816210027
DOSEN PEMBIMBING
Sakius Tarigan, SE, MMSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA BEKASI
FASILKOM
TAHUN AJARAN 2016 - 2017
Persamaan
Akuntansi
Persamaan akuntansi adalah persamaan untuk menggambarkan hubungan antara
elemen-elemen dalam laporan keuangan. Elemen-elemen laporan keuangan yang utama
ada 5, yaitu aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Ketiga elemen
laporan keuangan yang pertama (aset, kewajiban ekuitas) berada di laporan
laporan posisi keuangan (dulu dikenal dengan nama "neraca"). Kedua
elemen berikutnya (pendapatan dan beban) berada di laporan laba rugi (dulu
dikenal dengan nama "laporan rugi laba").
Pengakuan transaksi
lebih mudah dilakukan apabila pengguna memahami persamaan akuntansi.Persamaan
akuntansi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu persamaan akuntansi dasar dan
persamaan akuntansi ekstensi. Persamaan akuntansi dasar sangat sederhana, yaitu
"Aset = Liabilitas + Ekuitas". Sementara itu, persamaan akuntansi
ekstensi ada 2, yaitu persamaan akuntansi perspektif sejarah dan perspektif
IFRS. Persamaan akuntansi ekstensi perspektif sejarah adalah "Aset + Beban
= Liabilitas + Ekuitas + Penghasilan". Persamaan akuntansi ekstensi
perspektif IFRS adalah "Aset = Liabilitas + Ekuitas + (Penghasilan -
Beban)".
Secara umum persamaan dasar akuntansi
dapat dirumuskan sebagai berikut :
HARTA
= UTANG + MODAL
atau
ASSETS
= LIABILITIES + OWNER’S EQUITY
Konsep
di atas memaparkan sisi kiri sebagai kekayaan entutas (perusahaan) dan sisi
kanan menggambarkan kekayaan entitas tersebut didanai (baik oleh utang atau
modal sendiri). Dari persamaan di atas maka dapat dilihat bahwa apabila sisi
kiri bertambah maka sisi kanan akan bertambah sebesar nilai yang sama atau
diimbangi dengan penurunan sebesar nilai yang sama pada sisi kiri juga.
Sumber daya yang dimiliki perusahaan disebut aset atau aktiva (assets). Contoh
aset meliputi kas, tanah, gedung, dan peralatan. Hak atau klaim atas asset
biasanya dibagi berdasarkan dua jenis pemilik:
(1)
Hak kreditor adalah Hak kreditor mencerminkan
utang perusahaan dan
disebut kewajiban
(liabilities).
(2) Hak pemilik. Hak pemilik disebut ekuitas pemilik (owner’s equity).
Hubungan
antara keduanya dapat membentuk persamaan sebagai berikut:
Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik
Persamaan ini dikenal
sebagai persamaan akuntansi (accounting equation).
Transaksi
Bisnis dan Persamaan Akuntansi
Transaksi bisnis adalah peristiwa atau
kondisi ekonomi yang secara langsung mengubah kondisi keuangan suatu entitas
atau secara langsung mempengaruhi hasil operasinya.
Aktivitas atau kondisi ekonomi yang secara
langsung mengubah kondisi keuangan entitas atau secara langsung memengaruhi
hasil operasionalnya disebut transaksi
bisnis (business transaction).
Contoh
:
Kondisi
|
Harta
|
Utang dan Modal
|
1
|
(+)
5.000
|
(+) 5.000
|
2
|
(+)
7.000 dan (-) 7.000
|
0
(tidak berpengaruh)
|
Apabila
harta bertambah 5.000 maka sisi kanan (utang dan modal) juga bertambah sebesar
5.000. Secara matematis apabila sisi harta bertambah 7.000 namun diimbangi
dengan penurunan sebesar 7.000 maka tidak ada pengaruh pada sisi kanan.
Perhatikan
ilustrasi di bawah ini :
Pak Jono inigin membuka
usaha LAUNDRY WANGI di Apartemen Nyaman. Untuk membuka usaha laundry,
diperlukan modal Rp250.000.000,- Namun modal pak Jono sendiri hanya
Rp150.000.000,- sisanya Pak Jono harus meminjam kepada sahabatnya Pak Lono
sebesar Rp100.000.000,-. Saat ini uang milik LAUNDRY WANGI sebesar
Rp250.000.000,-
HARTA = UTANG + MODAL
250.000.000 = 100.000.000 + 150.000.000
Analisis
Transaksi
Akuntansi
memiliki persamaan dasar yang secara umum dirumuskan :
HARTA
|
UTANG
|
MODAL
|
||
Harta
Lancar
-
Kas
-
Piutang Usaha
-
Persediaan barang dagang
-
Perlengkapan
-
Beban dibayar dimuka
Harta
Tetap
-
Tanah
-
Bangunan
-
Akumulasi Penyusutan bangunan
-
Peralatan
-
Akumulasi Penyusutan Peralatan
|
Utang
Jangka Pendek
-
Utang usaha
-
Utang gaji
-
Pendapatan diterima di muka
Utang
Jangka Panjang
-
Utang Bank
-
Utang Obligasi
|
Dipengaruhi
oleh :
-
Pendapatan
-
Beban
-
Prive
-
Investasi pemilik
|
Perhatikan
ilustrasi berikut :
Untuk
memulai usahanya maka Jono membeli peralatan berupa mesin cuci keluaran terbaru
yang memuat kapasitas 30kg sebanyak 2
unit dengan total Rp55.000.000,- .Kemudian menyewa tempat berupa shophouse
selama 1 tahun Rp45.000.000,- membeli detergen dan pewangi sebesar
Rp2.000.000,- .Untuk mengantar dan menjemput pakaian dibeli sebuah motor bekas
seharga Rp10.000.000,-. Sisa uang yang ada disimpan untuk keperluan
operasional. Berikut persamaan akuntansi yang dibuat :
Akun dan Transaksi Perusahaan
Akun
adalah suatu media untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan atau sumber daya
yang dimiliki perusahaan secara spesifik seperti aktiva, hutang , modal,
pendapatan dan beban.
Tujuan
penggunaan akun adalah untuk mencatat data-data yang muncul akibat transaksi
perusahaan. Akun adalah dasar dari kegiatan penyusunan laporan keuangan. Akun
memberikan informasi tentang operasi peusahaan dari hari ke hari. Dari akun
dapat diketahui beberapa informasi penting untuk perusahaan, seperti jumlah
tagihan pada salah satu langganan atau jumlah total tagihan, jumlah beban tenaga
kerja, jumlah pendapatan, atau beberapa informasi lain.
Bentuk Akun
Secara
umum sebuah akun berupa sebuah table yang dibagi menjadi dua bagian atau dua
sisi. Bagian kiri disebut sisi debet dan bagian kanan disebut sisi kredit.
Mencatat di sisi kiri disebut mendebet akun. Dan mencatat di sisi kanan disebut
mengkredit akun. Secara berkala, sisi debet harus dijumlahkan dan dipertemukan
(dikurangkan) dengan jumlah sisi kredit, sehingga diketahui saldo dari akun
tersebut pada suatu saat.
Akun T
Yang paling sederhana
adalah akun yang berbentuk huruf T, yang biasa disebut akun T. akun T lebih
banyak digunakan di dalam mekanisme belajar akuntansi di lembaga pendidikan,
bukan di dalam praktek. Contoh akun T :
Nama Perkiraan
Sisi Debet
|
Sisi Kredit
|
Akun
Dua Kolom
Sebenarnya akun dua
kolom tidak terdiri dari dua kolom saja, tetapi terdiri dari beberapa kolom.
Namun disebut dua kolom karena pada dasarnya akun ini dibagi menjadi dua bagian
besar, yaitu kolom debet dan kredit.
Nama Rekening
No
Rek :
Debet Kredit
Tgl
|
Keterangan
|
Ref
|
Jumlah
|
Tgl.
|
Keterangan
|
Ref
|
Jumlah
|
Akun
Tiga Kolom /Staffel
Nama Perkiraan:
Nomor Perkiraan:
Tgl
|
Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
D/K
|
Saldo
|
Akun
Empat Kolom
Sebagaimana halnya dengan
akun dua kolom, akun empat kolom tidak benar-benar dibagi menjadi empat kolom
saja. Akun berbentuk empat kolom dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu kolom
tanggal, kolom keterangan dan kolom debet serta kolom kredit.
Tgl
|
Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
Saldo
|
||
Debet
|
Kredit
|
||||||
Pengelompokan Akun
Secara umum, seluruh
perkiraan yang ada di dalam buku besar suatu perusahaan dapat dikelompokkan ke
dalam dua kelompok besar, yaitu :
- Akun-akun neraca atau disebut juga
akun riil, yaitu semua akun yang terdapat di dalam neraca, seperti akun
aktiva, akun hutang dan akun modal. Akun riil terus dilanjutkan/
diakumulasikan dari waktu ke waktu. Jadi sepanjang perusahaan tersebut
masih beroperasi maka saldo dari setiap akun tersebut akan terus ada atau
terbawa dari satu periode akuntansi ke periode akuntansi berikutnya.
- Akun-akun laba rugi atau disebut
juga akun nominal, yaitu semua akun yang terdapat di dalam laporan rugi
laba, yang mencakup akun pendapatan dan akun beban. Akun-akun nominal
hanya dipertahankan selama satu periode akuntansi. Pada awal periode
berikutnya semua akun nominal harus dimulai dari nol. Jadi setiap akun
nominal hanya berumur satu periode akuntansi.
Dari
klasifikasi akun tersebut, kemudian setiap kelompok akun tersebut dipisah lagi
menjadi beberapa golongan akun, seperti berikut :
1. Aktiva
Ø Aktiva
lancar
Ø Investasi
jangka panjang
Ø Aktiva
tetap berwujud
Ø Aktiva
tetap tidak berwujud
Ø Aktiva
lain-lain
2.
Hutang
Ø Hutang
jangka pendek
Ø Hutang
jangka panjang
3.
Modal
4.
Pendapatan
5.
Beban
Operasi
Ø Beban
pemasaran
Ø Beban
administrasi dan umum
Pedoman Pengisian
Akun
- Untuk semua akun yang termasuk
dalam kelompok akun aktiva, jika akun tersebut bertambah nilainya maka
dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi
kredit
- Untuk semua akun yang termasuk
dalam kelompok akun hutang/kewajiban, jika akun tersebut bertambah
nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya
dimasukkan di dalam sisi debet
- Untuk semua akun yang termasuk
dalam akun modal, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di
sisi kredit, jika berkurang nilainya maka dimasukkan di dalam sisi debet
- Akun pendapatan /penjualan, jika
bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya
dimasukkan di dalam sisi debet
- Untuk semua akun yang termasuk
dalam kelompok akun beban, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi
debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit
- Akun prive atau dividen, jika
bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya
dimasukkan di dalam sisi kredit
Penggolongan
Transaksi
Transaksi adalah setiap kejadian di dalam perusahaan yang
membutuhkan pencatatan. Transaksi dibagi atas transaksi keuangan dan transaksi
non-keuangan.
Transaksi keuangan adalah
kejadian dalam suatu perusahaan yang menghendaki pencatatan secara sistematis
dan kronologis, kerana mempengaruhi posisi harta, liabilitas dan modal suatu
unit usaha. Transaksi keuangan harus dicatat di dalam akuntansi dengan syarat
transaksi tersebut harus dapat diukur dengan satuan mata uang yang stabil.
Transaksi keuangan
dikelompokkan menjadi :
- Transaksi keuangan internal yaitu
transaksi yang terjadi di dalam perusahaan tanpa melibatkan pihak luar
perusahaan. Contoh : pemakaian perlengkapan perusahaan. Bukti transaksi
yang digunakan umumnya adalah memo.
- Transaksi keuangan eksternal yaitu
transaksi yang dilakukan pihak internal perusahaan dengan melibatkan pihak
eksternal perusahaan. Contoh : pembayaran gaji, pembelian perlengkapan
atau barang dagang. Bukti transaksi pada umumnya digunakan : faktur, nota
kontan, kuitansi, ataupun cek.
Transaksi non keuangan
merupakan transaksi yang terjadi di dalam perusahaan namun tidak secara
langsung mempengaruhi posisi harta, utang dan modal perusahaan. Contoh : Kantor
Akuntan Publik menandatangani kortrak kerjasama dengan pelanggan untuk
memberikan jasa konsultasi manajemen. Dikatakan sebagai transaksi non-keuangan
karena pada saat ditandatangani kontrak, jasa belum diberikan dan pembayaran
belum diterima.
Kode
dan Penggolongan Akun
Akun merupakan tempat
pencatatan atas transaksi yang sejenis. Contoh : pengeluaran atas uang tunai
atau penerimaan uang tunai dicatat pada akun kas. Penambahan perlengkapan
dicatat dalam akun perlengkapan. Akun dapat diumpamakan sebagai suatu pos. Pada
umum nya akun akan diberi kode tertentu dengan maksud :
- Memberi identitas/ pengenal yang
berbeda kepada setiap akun
- Menginformasikan kelompok dari
masing-masing akun
- Mempermudah dalam input transaksi
terutama memasukkan data melalui computer
Secara umum akun dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
- Harta (Asset) 3. Modal (Capital) 5. Beban (Expense)
- Utang (Liability) 4. Pendapatan (Revenue)
Laporan
akuntansi, yang disebut laporan keuangan, menyediakan rangkuman informasi
kepada pemilik.
Laporan
Keuangan
ÿ Laporan
laba rugi —Rangkuman dari pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu.
ÿ Laporan
ekuitas pemilik—Rangkuman dari perubahan ekuitas pemilik selama periode waktu
tertentu.
ÿ Neraca—Daftar
dari aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu.
ÿ Laporan
arus kas—Rangkuman dari penerimaan dan pengeluaran kas selama periode waktu
tertentu.
Laporan Arus Kas
ÿ Arus
Kas dari Aktivitas Operasi—Bagian ini melaporkan rangkuman penerimaan dan
pengeluaran kas dari operasi.
ÿ Arus
Kas dari Aktivitas Investasi—Bagian ini melaporkan transaksi kas untuk akuisisi
dan penjualan aset yang relatif permanen.
ÿ Arus
Kas dari Aktivitas Pendanaan—Bagian ini melaporkan transaksi kas yang berkaitan
dengan investasi kas oleh pemilik, pinjaman, dan penarikan kas oleh pemilik.
Alat untuk Analisis dan Interpretasi
Keuangan
Rasio
kewajiban terhadap ekuitas pemilik memungkinkan pemilik perusahaan seperti
Chris Clark untuk menganalisis kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam
kondisi bisnis yang buruk.
Rasio
kewajiban terhadap ekuitas pemilik
=
Total
kewajiban
Total
ekuitas pemilik (atau total ekuitas pemegang saham)
Download Format Word Silahkan Klick Gambar di Bawah Ini :




0 komentar :
Posting Komentar