PERSAMAAN AKUNTANSI

Rabu, 14 Juni 2017

PERSAMAAN AKUNTANSI



PENGANTAR AKUNTANSI


Nama : Cornelius Napitu
NIM : 41816210027
DOSEN PEMBIMBING
Sakius Tarigan, SE, MMSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA BEKASI
FASILKOM
TAHUN AJARAN 2016 - 2017

Persamaan Akuntansi

Persamaan akuntansi adalah persamaan untuk menggambarkan hubungan antara elemen-elemen dalam laporan keuangan. Elemen-elemen laporan keuangan yang utama ada 5, yaitu aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Ketiga elemen laporan keuangan yang pertama (aset, kewajiban ekuitas) berada di laporan laporan posisi keuangan (dulu dikenal dengan nama "neraca"). Kedua elemen berikutnya (pendapatan dan beban) berada di laporan laba rugi (dulu dikenal dengan nama "laporan rugi laba").
Pengakuan transaksi lebih mudah dilakukan apabila pengguna memahami persamaan akuntansi.Persamaan akuntansi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu persamaan akuntansi dasar dan persamaan akuntansi ekstensi. Persamaan akuntansi dasar sangat sederhana, yaitu "Aset = Liabilitas + Ekuitas". Sementara itu, persamaan akuntansi ekstensi ada 2, yaitu persamaan akuntansi perspektif sejarah dan perspektif IFRS. Persamaan akuntansi ekstensi perspektif sejarah adalah "Aset + Beban = Liabilitas + Ekuitas + Penghasilan". Persamaan akuntansi ekstensi perspektif IFRS adalah "Aset = Liabilitas + Ekuitas + (Penghasilan - Beban)".
Secara umum persamaan dasar akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut :
HARTA = UTANG + MODAL
atau
ASSETS = LIABILITIES + OWNER’S EQUITY
Konsep di atas memaparkan sisi kiri sebagai kekayaan entutas (perusahaan) dan sisi kanan menggambarkan kekayaan entitas tersebut didanai (baik oleh utang atau modal sendiri). Dari persamaan di atas maka dapat dilihat bahwa apabila sisi kiri bertambah maka sisi kanan akan bertambah sebesar nilai yang sama atau diimbangi dengan penurunan sebesar nilai yang sama pada sisi kiri juga.
Sumber daya yang dimiliki perusahaan disebut aset atau aktiva (assets). Contoh aset meliputi kas, tanah, gedung, dan peralatan. Hak atau klaim atas asset biasanya dibagi berdasarkan dua jenis pemilik:
(1)  Hak kreditor adalah Hak kreditor mencerminkan utang perusahaan dan
disebut kewajiban (liabilities).
(2) Hak pemilik. Hak pemilik disebut ekuitas pemilik (owner’s equity).
Hubungan antara keduanya dapat membentuk persamaan sebagai berikut:

Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik

Persamaan ini dikenal sebagai persamaan akuntansi (accounting equation).

Transaksi Bisnis dan Persamaan Akuntansi

Transaksi bisnis adalah peristiwa atau kondisi ekonomi yang secara langsung mengubah kondisi keuangan suatu entitas atau secara langsung mempengaruhi hasil operasinya.
Aktivitas atau kondisi ekonomi yang secara langsung mengubah kondisi keuangan entitas atau secara langsung memengaruhi hasil operasionalnya disebut transaksi bisnis (business transaction).

Contoh :
Kondisi
Harta
Utang dan Modal
1
(+) 5.000
(+) 5.000
2
(+) 7.000 dan (-) 7.000
0 (tidak berpengaruh)

Apabila harta bertambah 5.000 maka sisi kanan (utang dan modal) juga bertambah sebesar 5.000. Secara matematis apabila sisi harta bertambah 7.000 namun diimbangi dengan penurunan sebesar 7.000 maka tidak ada pengaruh pada sisi kanan.
Perhatikan ilustrasi di bawah ini :
Pak Jono inigin membuka usaha LAUNDRY WANGI di Apartemen Nyaman. Untuk membuka usaha laundry, diperlukan modal Rp250.000.000,- Namun modal pak Jono sendiri hanya Rp150.000.000,- sisanya Pak Jono harus meminjam kepada sahabatnya Pak Lono sebesar Rp100.000.000,-. Saat ini uang milik LAUNDRY WANGI sebesar Rp250.000.000,-

HARTA = UTANG + MODAL
250.000.000 = 100.000.000 + 150.000.000

Analisis Transaksi

Akuntansi memiliki persamaan dasar yang secara umum dirumuskan :








HARTA

UTANG

MODAL
Harta Lancar
-       Kas
-       Piutang Usaha
-       Persediaan barang dagang
-       Perlengkapan
-       Beban dibayar dimuka
Harta Tetap
-       Tanah
-       Bangunan
-       Akumulasi Penyusutan bangunan
-       Peralatan
-       Akumulasi Penyusutan Peralatan

Utang Jangka Pendek
-       Utang usaha
-       Utang gaji
-       Pendapatan diterima di muka
Utang Jangka Panjang
-       Utang Bank
-       Utang Obligasi


Dipengaruhi oleh :
-       Pendapatan
-       Beban
-       Prive
-       Investasi pemilik

Perhatikan ilustrasi berikut :
Untuk memulai usahanya maka Jono membeli peralatan berupa mesin cuci keluaran terbaru yang memuat  kapasitas 30kg sebanyak 2 unit dengan total Rp55.000.000,- .Kemudian menyewa tempat berupa shophouse selama 1 tahun Rp45.000.000,- membeli detergen dan pewangi sebesar Rp2.000.000,- .Untuk mengantar dan menjemput pakaian dibeli sebuah motor bekas seharga Rp10.000.000,-. Sisa uang yang ada disimpan untuk keperluan operasional. Berikut persamaan akuntansi yang dibuat :


Akun dan Transaksi Perusahaan

Akun adalah suatu media untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan atau sumber daya yang dimiliki perusahaan secara spesifik seperti aktiva, hutang , modal, pendapatan dan beban.
Tujuan penggunaan akun adalah untuk mencatat data-data yang muncul akibat transaksi perusahaan. Akun adalah dasar dari kegiatan penyusunan laporan keuangan. Akun memberikan informasi tentang operasi peusahaan dari hari ke hari. Dari akun dapat diketahui beberapa informasi penting untuk perusahaan, seperti jumlah tagihan pada salah satu langganan atau jumlah total tagihan, jumlah beban tenaga kerja, jumlah pendapatan, atau beberapa informasi lain.

Bentuk Akun

Secara umum sebuah akun berupa sebuah table yang dibagi menjadi dua bagian atau dua sisi. Bagian kiri disebut sisi debet dan bagian kanan disebut sisi kredit. Mencatat di sisi kiri disebut mendebet akun. Dan mencatat di sisi kanan disebut mengkredit akun. Secara berkala, sisi debet harus dijumlahkan dan dipertemukan (dikurangkan) dengan jumlah sisi kredit, sehingga diketahui saldo dari akun tersebut pada suatu saat.
Akun T
Yang paling sederhana adalah akun yang berbentuk huruf T, yang biasa disebut akun T. akun T lebih banyak digunakan di dalam mekanisme belajar akuntansi di lembaga pendidikan, bukan di dalam praktek. Contoh akun T :

               Nama Perkiraan
  Sisi Debet
Sisi Kredit







Akun Dua Kolom
Sebenarnya akun dua kolom tidak terdiri dari dua kolom saja, tetapi terdiri dari beberapa kolom. Namun disebut dua kolom karena pada dasarnya akun ini dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu kolom debet dan kredit.
                                                          Nama Rekening                                      
No Rek :
Debet                                                                                                             Kredit
Tgl
Keterangan
Ref
Jumlah
Tgl.
Keterangan
Ref
Jumlah

Akun Tiga Kolom /Staffel
    Nama Perkiraan:                                                           Nomor Perkiraan:
Tgl                           
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
D/K
Saldo

Akun Empat Kolom
Sebagaimana halnya dengan akun dua kolom, akun empat kolom tidak benar-benar dibagi menjadi empat kolom saja. Akun berbentuk empat kolom dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu kolom tanggal, kolom keterangan dan kolom debet serta kolom kredit.
Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
                     

Pengelompokan Akun

Secara umum, seluruh perkiraan yang ada di dalam buku besar suatu perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu :
  1. Akun-akun neraca atau disebut juga akun riil, yaitu semua akun yang terdapat di dalam neraca, seperti akun aktiva, akun hutang dan akun modal. Akun riil terus dilanjutkan/ diakumulasikan dari waktu ke waktu. Jadi sepanjang perusahaan tersebut masih beroperasi maka saldo dari setiap akun tersebut akan terus ada atau terbawa dari satu periode akuntansi ke periode akuntansi berikutnya.
  2. Akun-akun laba rugi atau disebut juga akun nominal, yaitu semua akun yang terdapat di dalam laporan rugi laba, yang mencakup akun pendapatan dan akun beban. Akun-akun nominal hanya dipertahankan selama satu periode akuntansi. Pada awal periode berikutnya semua akun nominal harus dimulai dari nol. Jadi setiap akun nominal hanya berumur satu periode akuntansi.
Dari klasifikasi akun tersebut, kemudian setiap kelompok akun tersebut dipisah lagi menjadi beberapa golongan akun, seperti berikut :

1.         Aktiva
Ø  Aktiva lancar
Ø  Investasi jangka panjang
Ø  Aktiva tetap berwujud
Ø  Aktiva tetap tidak berwujud
Ø  Aktiva lain-lain
           2.            Hutang
Ø  Hutang jangka pendek
Ø  Hutang jangka panjang
           3.            Modal
           4.            Pendapatan
           5.            Beban Operasi
Ø  Beban pemasaran
Ø  Beban administrasi dan umum

Pedoman Pengisian Akun

  • Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun aktiva, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit
  • Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun hutang/kewajiban, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi debet
  • Untuk semua akun yang termasuk dalam akun modal, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya maka dimasukkan di dalam sisi debet
  • Akun pendapatan /penjualan, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi debet
  • Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun beban, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit
  • Akun prive atau dividen, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit





Penggolongan Transaksi
Transaksi adalah setiap kejadian di dalam perusahaan yang membutuhkan pencatatan. Transaksi dibagi atas transaksi keuangan dan transaksi non-keuangan.
Transaksi keuangan adalah kejadian dalam suatu perusahaan yang menghendaki pencatatan secara sistematis dan kronologis, kerana mempengaruhi posisi harta, liabilitas dan modal suatu unit usaha. Transaksi keuangan harus dicatat di dalam akuntansi dengan syarat transaksi tersebut harus dapat diukur dengan satuan mata uang yang stabil.
Transaksi keuangan dikelompokkan menjadi :
  • Transaksi keuangan internal yaitu transaksi yang terjadi di dalam perusahaan tanpa melibatkan pihak luar perusahaan. Contoh : pemakaian perlengkapan perusahaan. Bukti transaksi yang digunakan umumnya adalah memo.
  • Transaksi keuangan eksternal yaitu transaksi yang dilakukan pihak internal perusahaan dengan melibatkan pihak eksternal perusahaan. Contoh : pembayaran gaji, pembelian perlengkapan atau barang dagang. Bukti transaksi pada umumnya digunakan : faktur, nota kontan, kuitansi, ataupun cek.
Transaksi non keuangan merupakan transaksi yang terjadi di dalam perusahaan namun tidak secara langsung mempengaruhi posisi harta, utang dan modal perusahaan. Contoh : Kantor Akuntan Publik menandatangani kortrak kerjasama dengan pelanggan untuk memberikan jasa konsultasi manajemen. Dikatakan sebagai transaksi non-keuangan karena pada saat ditandatangani kontrak, jasa belum diberikan dan pembayaran belum diterima.
Kode dan Penggolongan Akun
Akun merupakan tempat pencatatan atas transaksi yang sejenis. Contoh : pengeluaran atas uang tunai atau penerimaan uang tunai dicatat pada akun kas. Penambahan perlengkapan dicatat dalam akun perlengkapan. Akun dapat diumpamakan sebagai suatu pos. Pada umum nya akun akan diberi kode tertentu dengan maksud :
  • Memberi identitas/ pengenal yang berbeda kepada setiap akun
  • Menginformasikan kelompok dari masing-masing akun
  • Mempermudah dalam input transaksi terutama memasukkan data melalui computer
Secara umum akun dapat dikelompokkan sebagai berikut :
  1. Harta (Asset)             3. Modal (Capital)                 5. Beban (Expense)
  2. Utang (Liability)        4. Pendapatan (Revenue)
Laporan akuntansi, yang disebut laporan keuangan, menyediakan rangkuman informasi kepada pemilik.
Laporan Keuangan
ÿ  Laporan laba rugi —Rangkuman dari pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu.
ÿ  Laporan ekuitas pemilik—Rangkuman dari perubahan ekuitas pemilik selama periode waktu tertentu.
ÿ  Neraca—Daftar dari aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu.
ÿ  Laporan arus kas—Rangkuman dari penerimaan dan pengeluaran kas selama periode waktu tertentu.
Laporan Arus Kas
ÿ  Arus Kas dari Aktivitas Operasi—Bagian ini melaporkan rangkuman penerimaan dan pengeluaran kas dari operasi.
ÿ  Arus Kas dari Aktivitas Investasi—Bagian ini melaporkan transaksi kas untuk akuisisi dan penjualan aset yang relatif permanen.
ÿ  Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan—Bagian ini melaporkan transaksi kas yang berkaitan dengan investasi kas oleh pemilik, pinjaman, dan penarikan kas oleh pemilik.
Alat untuk Analisis dan Interpretasi Keuangan
Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik memungkinkan pemilik perusahaan seperti Chris Clark untuk menganalisis kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam kondisi bisnis yang buruk.
Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik
=
Total kewajiban
Total ekuitas pemilik (atau total ekuitas pemegang saham)


Download Format Word Silahkan Klick Gambar di Bawah Ini :

http://bluenik.com/3BMx





0 komentar :

Posting Komentar